Minggu, 30 Mei 2010

Kepemimpinan

Ada sebuah organisasi yang telah lama tenggelam. Organisasi tersebut baru bisa mengadakan beberapa kegiatan kecil yang belum banyak berarti bagi lingkungan sekitarnya. Lalu salah satu pengurus organisasi itu bertanya pada ketuanya. “Bagaimana ini? Organisasi kita kok masih gini-gini aja?” tanya sang pengurus.
Ditanya seperti itu sang ketua hanya tersenyum. Dia tahu bahwa yang bertanya itu hanyalah pengurus yang ingin sekedar numpang nama di organisasi yang dia pimpin. Dia tahu bahwa pengurus tersebut hanya ingin terlihat aktif, meskipun sebenarnya pengurus tersebut tidak memiliki komitmen yang kuat untuk organisasi. Sang ketua pun hanya berlalu tanpa menjawab pertanyaan si pengurus tadi.
Ada sebuah catatan lucu dari kisah diatas. Dimana sang pengurus terkesan ingin terlihat oleh lingkungan bahwa dia pengurus namun tak memiliki komitmen. Dan sang pemimpin (Ketua) yang tak berani membalikkan pertanyaan sang pengurus dengan lantang. “Kenapa anda sendiri tak berkomitmen pada organisasi kita?”.
Seharusnya bukan dia…. (hehe…, jadi lagu Ello! Sorry ngetiknya sambil dengerin winamp!) yang bener tuh seharusnya seorang pemimpin harus memiliki keberanian untuk menegur. Keberanian untuk bertanya. Bukan hanya keberanian untuk mengambil keputusan saja. Dia harus berani memaparkan apa-apa saja kesalahan yang dilakukan yang dipimpin. Dia harus berani meskipun diantara yang dipimpinnya tersebut ada orang yang pernah dia cintai sekalipun.
Yang dipimpin pun bukan hanya bertanya tanpa bekerja. Jangan hanya menyerahkan semua yang ditanyakan kepada sang pemimpin. Akan tetapi menindak lanjuti semuanya dengan komitmen tinggi yang direalisasikan dalam perbuatan dan tindakan.
Sorry, kita nulis ini cuma buat ngingetin teman-teman semua bahwa kehidupan organisasi itu sangatlah penting. Malah menurut kita jauh lebih penting dari sekedar IP atau IPK. Kuliah tuh tujuannya buat kerja, dan banyak perusahaan yang lebih membutuhkan lulusan yang aktif dalam organisasi disbanding yang IPK nya 4,5!!! (mank ada?)
Sudahlah… Hati, mulut, dan pikiran ini sudah terlalu lelah untuk berdebat soal pentingan mana organisasi sama IP. Menurut kita IP itu penting tapi alangkah lebih cantik dan menawan jika ditunjang pengalaman organisasi. Banyak orang besar yang besar karena kehidupan organisasi. Jangan jauh-jauh, mending yang masih aktual saja. Anas Urbaningrum bisa menjadi besar dan memimpin partai terbesar karena pengalamannya di organisasi kemahasiswaan “Hijau-Hitam nya HMI”.
Sob, Unfari nih cuma kampus kecil. Mereka butuh bantuan dari kita untuk menghidupkan dan menggairahkan kehidupan kampusnya dengan kehidupan berorganisasi yang maksimal. Jangan biarkan kampus kita mati karena organisasi mahasiswanya kita bunuh perlahan-lahan.

ATAS NAMA 12 TAHUN REFORMASI
(Koalisi Mahasiswa Peduli Akan Kampus-SATU KOMANDO SATU PERJUANGAN)
UNTUK KEHIDUPAN ORGANISASI MAHASISWA YANG LEBIH BAIK

Selasa, 18 Mei 2010

Yang Memimpin dan Yang Dipimpin

Manusia itu terlahir menjadi dua
Menjadi yang dipimpin
dan menjadi yang dipimpin

Menjadi pemimpin haruslah berani
Berani mengambil keputusan
Berani berbuat
dan Berani menegur yang dipimpinnya
Meskipun dia adalah orang yang sangat dicintainya

Menjadi yang dipimpin pun harus berani
Berani menjalankan perintah pemimpin
Dan berani menegurnya jika kebijakannya kurang tepat
Menjadi yang dipimpin pun tak boleh seenaknya
Jangan pernah merasa bahwa pemimpinnya adalah sahabatnya
Yang tak mungkin menegurnya

Hakikatnya, menjadi yang memimpin dan yang dipimpin
Haruslah bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya

--Atas Nama 12 Tahun Reformasi--
Untuk Reformasi yang Lebih Baik

Sabtu, 15 Mei 2010

Gerhana Venus Jadi Simbol Agama Islam

TEMPO Interaktif, Bandung - Pada masa lampau, gerhana Venus menjadi inspirasi pemuka agama Islam. Mereka menjadikan fenomena alam itu sebagai simbol berupa bulan sabit dan bintang.

Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan, mengatakan simbol agama Islam tersebut sebenarnya bulan sabit dan planet Venus, bukan bintang. Kedua benda luar angkasa itu terlihat seperti bersentuhan di langit saat gerhana Venus.

"Lambang seperti di atas kubah masjid itu dari peristiwa gerhana Venus," katanya. Dia menduga, para pemuka Islam ketika itu melihatnya saat memantau hilal, karena gerhana Venus seperti yang akan terjadi lagi Ahad (16/5) petang besok, muncul saat bulan baru.

Gerhana Venus merupakan peristiwa langka yang berulang dalam kurun puluhan tahun. Saat itu posisi bumi, bulan, dan planet Venus sejajar.

Dari bumi, planet Venus yang berada di atas bulan sabit sebelah kiri, perlahan-lahan menghilang seperti sembunyi di balik bulan. Venus akan muncul lagi di sebelah kiri bawah bulan. Kalangan astronom menyebutnya okultasi.

Menurut Hakim, gerhana Venus akan muncul pada Ahad (16/5) petang di langit ufuk barat. Di Bandung , misalnya, gerhana planet kedua dari matahari itu dimulai sekitar pukul 18.50 dan berakhir 19.30 WIB. (ANWAR SISWADI)

Jumat, 07 Mei 2010

ANALISIS KATION

BAB I
TUJUAN DAN PRINSIP PERCOBAAN

1.1 Judul Percobaan
Analisis Kation

1.2 Tujuan Percobaan
Mengidentifikasi adanya kation pada suatu sampel dan membuat persamaan reaksi kimia yang berdasarkan kepada percobaan.

1.3 Prinsip Percobaan
Berdasarkan reaksi dengan zat pengidentifikasi yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan warna, endapan, maupun nyala api yang spesifik.
















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif, yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, karena dia tertarik menuju anoda. Ion bermuatan positif, yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, karena tertarik ke katoda. Proses pembentukan ion disebut ionisasi. Atom atau kelompok atom yang terionisasi ditandai dengan tikatas n+ atau n-, di mana n adalah jumlah elektron yang hilang atau diperoleh.
Ion pertama kali disajikan dalam bentuk teori oleh Michael Faraday pada sekitar tahun 1830, untuk menggambarkan mengenai bagian melekul yang bergerak ke arah anoda atau katoda dalam suatu tabung hampa udara (vacuum tube, CRT). Namun, mekanisme peristiwa ini baru dideskripsikan pada 1884 oleh Svante August Arrhenius dalam disertasi doktornya di University of Uppsala. Pada mulanya, teori ini tidak diterima (ia memperoleh gelarnya dengan nilai minimum), tetapi kemudian disertasinya memenangi Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1903.
REAKSI PERTUKARAN KATION
Reaksi pertukaran kation melibatkan H+ sehingga istilah “Pertukaran Kation” lebih tepat daripada “Pertukaran Basa”. Kation yang terserap dapat ditukar oleh kation lainnya, dan proses ini dinamakan sebagai pertukaran kation. Reaksi pertukaran ini berlangsung secara instant.
Analisis kation sendiri masuk dalam analisis kimia kualitatif. Metode dalam melakukan analisis kualitatif ini dilakukan secara konvensional, yaitu memakai cara visual yang berdasarkan kelarutan
Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokkan dilakukan dalam bentuk pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya disesuaikan dengan pereaksi pengendap yang digunakan untuk mengendapkan kelompok ion tersebut.
Golongan-golongan kation memiliki ciri-ciri khas, yaitu:
- golongan I: membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah timbal, raksa, dan perak.
- golongan II: membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah merkurium (II), tembaga, cadmium, bismuth, stibium, timah.
- golongan III: membentuk endapan dengan ammonium sulfide dalam suasana netral. Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, aluminium, seng, mangan, dan kobalt.
- golongan IV: membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
- golongan V: disebut juga golongan sisa karena tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium, natrium, kalium. Ammonium, litium, dan hydrogen (Vogel, 1990).
Suatu pereaksi menyebabkan sebagian kation mengendap dan sebagian larut, maka setelah dilakukan penyaringan terhadap endapan tebentuk dua kelompok campuran yang massa masing-masingnya kurang dari campuran sebelumnya. Reaksi yang terjadi saat pengidentfikasian menyebabkan terbentuknya zat-zat baru yang berbeda dari zat semula dan berbeda sifat fisiknya






BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat yang Dibutuhkan
 1 set tabung reaksi dan rak tabung
 Kaca arloji
 Kawat nikrom
 Kaca kobalt





3.1.2 Bahan yang Dibutuhkan

 AgNO3 0,1 M
 Formalin
 HCl 0,1 N
 FeCl3 0,1 M
 NH4OH
 NH4SCN 0,1 M
 NaOH 0,1 M
 ZnSO4 0,1 M
 Pb(NO3)2 0,1 M
 BaCl2 0,1 M
 KI 0,1 M
 HCl Pekat
 Hg2(NO3)2 0,1 M
 CaCl2 0,1 M
 CuSO4 0,1 M
 NaCl 0,1 M
 Na2S 0,1 M
 KCl 0,1 M
 HgCl2 0,1 M
 MgCl2 0,1 M
 K4[Fe(CN)6] 0,1 M
 Titan Yellow
 FeSO4 0,1 M



]

3.2 Cara Kerja
A. Analisis Kation golongan 1 (Ag+ , Pb2+ ,Hg+ )
1. Ag dari sample AgNO3
a. Kedalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sampel kemudian tambahkan 0,5ml HCl 0,1 N hingga terbentuk endapan putih. Selanjutrnya tambahkan beberapa tetes NH4OH hingga endapan larut lalu tambahkan beberapa tetes HNO3 0,1 N hingga terbentuk endapan putih lagi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml NaOH 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.
c. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml amoniak dan beberapa tetes formalin hingga terbentuk endapan cermin perak.

2. Pb2+ dari sample Pb(NO3)2
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml HCl encer dan 1 ml air panas selanjutnya tempatkan tabung reaksi dalam wadah berisi es. Amati perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap perlakuan.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 KI 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.

3. Hg+ dari sample Hg2(NO3)2
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml KI 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahkan lagi 0,5 ml KI dan amati lagi perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudiaan tambahkan 0,5 ml NaOH 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.




B. Analisis Kation Golongan 2 ( Cu2+ , Hg2+ , Bi3+ )
1. Cu2+ dari sample CuSO4
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml HCl 0,1 N dan 0,5 ml Na S 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml K4[Fe(CN)6] 0,1 M dan amati perubuhan yang terjadi.

2. Hg2+ dari sample HgCl2
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan0,5 ml KI 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahakan lagi 0,5 ml KI dan amati perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan0,5 ml sample kemudian tambahakan 0,5 ml NaOH 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.

3. Bi3+ dari sample Bi(NO3)3
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml KI 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahkan lagi 0,5 ml KI dan amati perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml formalin dan amati perubuhan yang terjadi.

C. Analisis Kation Golongan 3 ( Fe2+ , Fe3+ , Zn2+ )
1. Fe2+ dari sample FeSO4
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml K4[Fe(CN)6] 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml NaOH 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.


2. Fe3+ dari sample FeCl3
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml, NH4SCN 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 NaOH 0,1 M dan amati perubahan yan terjadi.

3. Zn2+ dari sample ZnSO4
a. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml NaOH 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.
b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml sample kemudian tambahkan 0,5 ml K4[Fe(CN)6] 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahkan 0,1 ml NaOH 0,1 M dan amati lagi perubahan yang terjadi.

D. Analisis Kation Golongan 4 ( Ba2+ , Ca2+ )
1. Ba2+ dari sample BaCl2
Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan, jika perlu gunakan kaca kobalt.

2. Ca2+ dari sample CaCl2
Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan, jika perlu gunakan kaca kobalt.




E. Analisis Kation Golongan 5 ( Na+ , K+, Mg2+ )
1. Na+ dari sample NaCl
Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan, jika perlu gunakan kaca kobalt.

2. K+ dari sample KCl
Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan, jika perlu gunakan kaca kobalt.
3. Mg2+ dari sample MgCl2
Ke dalam tabung reaksi masukkan 0,5 ml kemudian tambahkan 0,5 ml Titan Yellow dan 0,5 ml NaOH 0,1 M dan amati perubahan yang terjadi.

3.3 Reaksi yang Terjadi
 AgNO3 + HCl → AgCl + HNO3
 AgNO3 + NaOH → AgOH+NaNO3
 AgCl + NH4OH → NH4Cl + AgOH
 Pb(NO3)2 + HCl → PbCl2 + 2HNO3
 Pb(NO3)2 + KI → PbI2 + 2KNO3
 Hg2(NO3)2 + 2KI → 2KNO3 + 2HgI
 Hg2(NO3)2 + 2NaOH → 2NaNO3 + 2HgOH
 CuSO4 + 2HCl → H2SO4 + CuCl2
 2CuSO4 + K4[Fe(CN)6]→
 HgCl2 +2KI → HgI2 + 2KCl
 HgCl2 + NaOH → 2NaCl + Hg(OH)2
 Bi(NO3)3 + 2KI → BiI3 + 3NO3
 FeSO4+K4[Fe(CN)6] → 2 K2SO4 + Fe[Fe(CN)6]
 FeSO4+2NaOH → Na2SO4 + Fe(OH)2
 FeCl3+NH4SCN → 3NH4(SCN)3
 FeCl3 + NaOH → FeOH + NaCl3
 ZnSO4 + NaOH → Na2SO4 + Zn(OH)2
 ZnSO4 + K4[Fe(CN)6] → Zn[Fe(CN)6] + 2K2SO4



















BAB IV
HASIL PERCOBAAN

A. KATION GOLONGAN I
1. Ag + dari sampel AgNO3
a. ↓ Ag+ (Berupa jarum)
b. ↓ putih
c. ↓ perak
2. Pb2+ dari sampel Pb(NO3)2
a. ↓ putih (larut) berbentuk jarum
b. ↓ kuning
3. Hg+ dari sampel Hg2(NO2)2
a. ↓ Kuning
b. Larutan hitam

B. KATION GOLONGAN II
1. Cu2+ dari sampel CuSO4
a. ↓ hitam
b. ↓ merah Kecokelatan
2. Hg+ dari sampel HgCl2
a. Merah Oranye (Larut)
b. Cokelat Kekuning-kuningan
3. Bi3+ dari sampel Bi(NO3)3
a. ↓ Cokelat (Larut)
b. ↓ Hitam
C. KATION GOLONGAN III
1. Fe2+ dari sampel FeSO4
a. ↓ putih ↓ biru
b. ↓ hitam ↓ merah
2. Fe3+ dari sampel FeCl3
a. Tidak ada senyawa NH4SCN
b. Cokelat Kemerah-merahan
3. Zn2+ dari sampel ZnSO4
a. ↓ putih
b. ↓ putih Larut
D. KATION GOLONGAN IV
1. Ba2+ dari sampel BaCl2
Nyala api menjadi merah kekuningan
2. Ca2+ dari sampel CaCl2
Nyala api menjadi merah kekuningan
E. KATION GOLONGAN V
1. Na+ dari sampel NaCl
Nyala api berwarna kuning
2. K+ dari sampel KCl
Nyala api berwarna sedikit ungu
3. Mg2+ dari sampel MgCl2
↓ merah
BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan dari percobaan ini adalah, dari setiap unsur kation ketika dilakukan analisis dari suatu sampel yang merupakan senyawanya kebanyakan menghasilkan endapan. Adapaun pada golongan kation IV dan V saat dilakukan percobaan ini nyala apinya terjadi perubahan yang spesifik. Yang berarti pada golongan I yang dihasilkan adalah endapan klorida, golongan II menghasilkankan sejumlah endapan garam sulfida, golongan III menghasilkan endapan hidroksida, golongan IV menghasilkan endapan sulfida yang larut dalam asam klorida, dan golongan V menghasilkan endapan karbonat.
























BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

1. Rahmania, Inti, Modul Praktikum Kimia Analitik, Bandung, 2007
2. http://blogkita.info/analisis-kation/
3. http://ahyari.com/analisis-kation/
4. http://wiro-pharmacy.blogspot.com/2009/02/kuliah-analisis-kualitatif-kation-anion.html
5. http://blog.unila.ac.id/widiarto/files/2009/09/bab-2-buku-ajar-analitik.pdf
6. http://www.duniakimiakita.co.cc/2010/03/analisis-kation-timbal-pb2.html
7. http://infolab.uns.ac.id/?p=875
8. http://chemistry.about.com/library/weekly/aa091001a.htm
9. http://www.bpreid.com/cations.php
10. http://www.saskschools.ca/curr_content/chem30/modules/module7/lesson3/cationanalysis.html

Yang Terbaik di Yang Terkecil

Sebentar lagi Belia yang duduk di Kelas XII SMA/SMK, dan belia yang duduk di kelas IX SMP, akan memasuki dunia baru. Sebuah dunia yang nampaknya akan berbeda dengan apa yang tengah dialami saat ini. Sebuah dunia yang akan membawa warna baru dalam kehidupan belia.
Ya, bentar lagi kamu (bagi SMA/SMK) yang mau nerusin studi bakalan memilih universitas buat kuliah. Begitupun kamu yang masih berseragam putih biru celana pendek akan masuk zona putih abunya SMA. Kamu yang SMP bakal ngerasain masa yang kata orang-orang banyak adalah masa yang paling indah dalam hidup.
Lepas dari apa yang akan kamu alami nanti disana, ada satu hal yang jauh lebih penting yang harus kamu ingat dari sekarang. Sesuatu yang mungkin membuat kita sedih bahkan sampai menitikan air mata.
Sehabis kamu dinyatakan lulus Ujian Nasional dan bertekad untuk masuk ke PTN/SMA favorit, tentunya kamu akan ikutan yang namanya proses seleksi. Ada SNMPTN, dan juga USM-USM yang digelar secara otonom oleh setiap kampus/sekolah. Tentunya penyeleksian itu nggak gampang. Kamu bakal bersaing sama banyak siswa lainnya. Syukur, kalau-kalau kamu keterima. Tapi yang jadi masalahnya adalah kalau kamu nggak keterima di pilihan yang kamu inginkan.
Pastinya kamu bakalan ngerasa kecewa. Lebih dari itu, kamu pun akan bingung nyari perguruan tinggi/sekolah swasta buat tetep kuliah/sekolah. Atau malah kamu nggak mau kuliah lagi karena kamu nggak mau kuliah di perguruan tinggi lain, selain yang kamu incar. Padahal berkuliah di perguruan tinggi atau juga sekolah di SMA swasta sebenernya nggak jelek dan nggak ada salahnya. Malah sebenernya kamu bisa menjadi sesuatu yang besar disana.
Nggak terlalu penting kamu mau kuliah/sekolah dimana. Yang penting adalah bagaimana kamu menjalani kuliah/sekolah kamu. Seseorang yang kuliah di PTN terbaik sekalipun belum tentu lebih baik dibandingkan seseorang yang berkuliah di PTS tak terkenal sekalipun. Kita bisa menjadi yang terbaik diantara yang terkecil. Dan itu jauh lebih baik dibandingkan kita menjadi yang terkecil diantara yang terbaik.
Lagipula jika nanti kamu gagal masuk SMA/Universitas favorit itu bukanlah akhir dari segalanya. Mungkin aja Tuhan tengah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik. Toh, disaat Tuhan menunda permohonan do’a kita, itu artinya Dia tengah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari yang kita minta. So, mulai sekarang berpikirlah untuk menjadi yang terbaik diantara yang terkecil, bukan menjadi yang terkecil diantara yang terbaik!***

Rabu, 05 Mei 2010

Harapan -- By : Desti Nurmala Sari

Harapan jangan pernah kita remehkan. Meski ia tidak nampak tapi sebetulnya ia adalah kekuatan yang amat besar. Dengan harapan, kita bisa melakukan apa yang kita mau. Kita juga mau menunggu sepanjang apapun itu jika masih ada harapan di hati. Banyak pekerjaan besar bisa diselesaikan oleh sedikit orang karena adanya harapan.

“Ah, harapan itu akan datang kalau kita memang punya kesempatan.” Begitulah biasanya orang-orang berbicara tentang harapan. Menurut kebanyakan orang, harapan itu akan ada kalau kita memang punya kesempatan. Misal, orang yang di kelasnya cerdas, punya fasilitas belajar yang lengkap, akan mudah jadi juara kelas dibandingkan teman-temannya yang lain.

Eh, kenyataannya nggak begitu. Banyak orang yang ‘biasa-biasa’ aja tapi bisa berprestasi. Sementara banyak orang yang punya peluang begitu besar untuk sukses malah ’susah’ berprestasi. faktor yang bisa membuat kita sedemikian kuat adalah karena punya harapan yang tinggi. Nah, di sini fasilitas yang komplit jadi nggak berarti kalau diri kita nggak pernah menaruh harapan untuk sukses.

Orang yang menaruh harapan pada Allah; meminta keselamatan, pertolongan, kemenangan, dan surgaNya, akan jauh lebih kuat daripada yang menaruh harapan pada selainNya. Karena, ia yakin kalau setiap langkah yang dikayuh, setiap tetes peluh yang jatuh, akan menuai kesuksesan. Andaipun tidak di dunia, ada kesuksesan lain yang akan diraih:) pahala.

Info Lomba