Tampilkan postingan dengan label Nov 09. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nov 09. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2010

Hampir Keceplosan

20 November 2009
Malam itu aQ tengah berbalas SMS dengan Nyenengin. Dari sore kami terus bersmsan. Banyak yG dbicarain. Mulai kuliah nyampe cerita Rizky yG nemenin Desti sampe jam sebelas malam, gara2 temen kostannya pulang ke rumah. Mana kemarin tuh Malida pingsan, jadi aja Desti yG penakut tuh tambah takut!

Sekitar jam setenagh sembilan malam. Kami masih berbalas SMS, Saat mendadak dia mengirimiku SMS Yg tak aQ ngerti.


BETEEEEEEEEE

Aku menanyakan maksudnya. Darisana nyenengin pun ngejelesin kalau beberapa menit yG lalu dia baru aja berantem dG cowonya lewat telepon.

Aku menelponnya. Terdengar suaranya yang pelan. Lirih seperti orang yang baru menangis. Memang benar dia baru saja menangis. Saat itu aku bilang kalau cewek kaya dia nggak perlu nangisi cowoknya. Aku bilang kalau cewek baik kayak dia harus dapet cowok baik juga. Gokilnya, nyenengin nanya emang cowok baik itu kayak siapa?

Aku hampir saja keceplosan bilang kalau cowok baik yang pantas buat dia tuh kaya aku (mank A-Dod cowok baik gituh?). Untung aja aku masih bisa menahan perasaanku untuk nggak mengungkapkan semuanya malam itu. Aku hanya memberikannya beberapa kata-kata yang bisa menghibur dia. Dan dia pun terlihat bisa bertahan. Dia mengucapkan terima kasih buat supportnya.***

Cerpen 201109

Suatu senja di stasiun kereta api Bandung.

Aku duduk terdiam di salah satu kursi. Pikiranku saat itu tengah kacau. Bagaimana tidak? Indy, sahabatku sekaligus orang yang paling aku sayangi mengirimiku sebuah SMS, yang mengabariku bahwa dia baru saja terjatuh dalam perjalanan pulang dari kampus. Perasaanku bertambah khawatir saat dia juga mengatakan kalau ada luka di kepalanya, dan hal tersebut membuatnya agak pusing. Padahal senja ini aQ Baru saja mengikuti test wawancara untuk masuk menjadi pegawai PT. KAI (Persero).

Beberapa saat berlalu. Aku masih mengkhawatirkan keadaan orang yang memanggilku dengan nama ‘Stres’ itu. Tapi untunglah, kami saat itu terus berbalas SMS. Sehingga aku menjadi sedikit lega. Menjelang malam stasiun terbesar di kota Bandung tersebut mengadakan pertunjukkan music, dengan para pegawainya yang tampil. Mereka menyanyikan berbagai lagu dari para musisi. Hingga saat mereka menyanyikan lagu Ada Band, yang berjudul Hitam dan Putih, aku kembali teringat dengan Indy.

Lagu itu merupakan lagu favoritnya Indy. Dia sering sekali menyanyikan lagu yang ada di album ‘Heaven of Love’ tersebut. Dan entah mengapa saat itu, aku mendapat ide untuk menjailinya. Jujur, aku tak tahu apa yang aku pikirkan saat itu. Aku seolah tak peduli dengan keadaan Indy yang baru mendapat musibah.

Aku pun membohongi Indy dengan mengatakan Ada Band tengah tampil dan mereka lagi menyanyikan lagu Hitam dan Putih. Indy percaya. Bahkan dari SMS balasan yang dikirimnya terlihat sekali kalau Indy ingin datang dan menontonnya.

Pengen nonton ikh…, 
Itu kan lagu kesukaannya Indy..,
Diliput ga?


Lama-lama aku kasihan juga dengan Indy. Apalagi pas dia ngeluh kalau kepalanya jadi semakin pusing gara-gara dia nggak liat Ada Band maen. Akhirnya aku pun mengaku kalau aku telah menjailinya. Nggak ada Ada Band di stasiun. Yang ada tuh cuma para pegawai kereta api yang kepalanya botak.

Indy marah! SMS ku tak dibalasnya lagi. Aku pun merasa bersalah. Benar-benar menyesal. Apalagi saat aku mencoba meneleponnya dan teleponku di-rejectnya. Rasanya, aku ingin menghakimi diriku sendiri atas kesalahan bodoh yang aku perbuat.

“Indy maaafin aku…” batinku berteriak kencang.



Lima menit… Sepuluh menit… Aku masih tertunduk. Aku ingin diam di stasiun ini hingga pagi menjelang. Aku tak peduli dengan kereta terakhir yang seharusnya aku naiki, telah pergi beberapa saat yang lalu.

Aku masih mencoba menelepon Indy, namun selalu direject-nya.

"Aarrrgghhh…. Aku menyesal!”.

--beep—beep—

Handphoneku berbunyi. Ada SMS masuk. Dan betapa bahagianya aku saat melihat nama pengirim yang tertera di layar. SMS itu dari Indy.

Sambil terus berdoa agar Indy mau maafin kejailanku tadi, aku pun buru-buru membaca SMS tersebut.

Biarin aja stress bo’ong juga
Da indy juga ngeboong we 
Indy nggak jatuh dari motor kok
Tadinya Indy tuh cuma pengen ngejailin stress di Ultahnya stress
Ekh, ga taunya Indy juga dijailin
Ya udah biar Indy tetep menang
Indy jailin lagi stressnya
Biar Indy tetep menang
Skornya 2-1 buat Indy…
Horeee Indy menang 


Akh… Jadi semua ini?
Aku hanya bisa tertawa sekaligus menyedari kebodohanku hari ini. Hari ini aku ulang tahun. Dan.., dihari ulang tahunku ini, Indy menjailiku sebanyak dua kali. Tapi persoalannya kini bagaimana caranya aku pulang?? Kereta yang tadi adalah kereta yang terakhir!! Apa aku harus menginap di stasiun?

Ah… Indy kau membuatku kalah 3-1***

Ngomong Naon?


13 November 2009
Setiap sahabat pastilah punya kebiasaan saat mereka berbincang. Entah itu panggilan ataupun kata-kata unik yang hanya dimengerti oleh keduanya saja. Bgtupun aQ. aQ juga punya kata-kata yG hanya aQ dan dia yG ngerti.

[Dulu] aQ sering memanggil dy Nyenengin dan Patrick. Dy sndiri manggil aQ STRES

Dan selain nick name itu kami juga sering berbincang hal-hal yG kdang ga buat orang ngerti. Contohnya, sore itu, saat aQ, Dy, dan dua temen kami tengah berbincang mengenai masalah Aksi untuk hari Diabetes. Tiba2 Dy melontarkan sebuah bahan obrolan yG membuat dua orang temen kami bingung. Dg Ngga ngeh mereka nanya, "Ngomong Naon?".
Dan dG nyantei Dy ngjawab kLau cuma kami b2 yG ngerti hal itu...***

Jumat, 26 Februari 2010

My Knee its uuu... So Worse

12 November 2009

Hmm... Kuliah Pancasila. Kuliah paling nyenengin. Selain yang banyak dibahas adalah masalah politik, aku juga bisa bertemu dengan orang Nyenengin. Toh, secara kuliah ini adalah kuliah gabungan semua jurusan.
Waktu terus berlalu. Kuliah hampir dimulai. Aku sudah bergabung dengan teman-temanku --Anak-anak FISIP-- di jajaran sebelah kiri! (Sudah tradisi, FISIP di sebelah kiri, Farmasi kanan depan, dan manajemen dimana aja) Tapi, sampai saat itu aQ belum ngeliat Nyenengin ada. Padahal kuliah pancasila adalah kuliah paling ketat. Telat lima belas menit berarti duduk manis diluar.

Beruntung sebelum lima belas menit dia sudah datang. Dia duduk di bangku paling depan dekat jendela. Berhadapan langsung dengan kursi dosen. Anehnya, hingga kuliah berakhir dia hanya diam. Dia malah terlihat menulis di bindernya.

Seabis kuliah aQ Langsung menghampirinya. (Menyapanya, padahal aQ jhareus langsung lari ke gedung depan untuk kuliah Filsafat).

Nyenengin tampak asyik menulis. Dengan sedikit keberanioan aQ menyapanya. Dia tersenyum. Tapi sesaat kemudian dia berkata dalam perjalanan berangkat ke kampus dia jatuh dari motor.

Dari kuliah filsafat sampai malam, aQ terus kepikiran tentang hal tersebut. aQ pun mengirminya SMS dan menanyakan keadaannya. Dia membalas :

My Knee its uuuuu... so worse

Hmmm... aQ terdiam. Detik berikutnya, aQ mencari kamus bahasa Inggris yg ngga tahu ada dimana. aQ tak tahu arti dari My Knee its uuu... so worse!***

Kamis, 25 Februari 2010

Namanya Nyenengin!

12 November 2009

aQ Tngah asyik menunggu siaran Langsung F1 saat HPku ngedadak bergetar. Ada Sms masuk dari salah seorang teman. Isinya singkat, cuma namaku dan tiga titik dibelakangnya.

Ajang...

aQ melihat nomor pengirim. Nomer 3 dari salah satu temen baruku. Kalau tidak salah itu adalah nomornya yang dibarter sama 'temannya' (Seenggaknya itu yang dia jawab pas aQ nanya sama siapa dia tukeran nomer HP).

Namanya Nyenengin (Sorry brow, aQ ngejaga identitas setiap orang yang jadi subjek cerita aQ)! Dia temanku yang aQ kenal saat hari pertama kuliah. Wanita yang baik, islami, dan bercahaya kayak matahari :) Tapi jujur, auranya saat itu memang begitu terlihat. Berbeda dengan saat ini yang semakin meredup. Dan yang pasti dia adalah teman satu kelompokku di mata kuliah pertamaku!***

Info Lomba