20 November 2009
Malam itu aQ tengah berbalas SMS dengan Nyenengin. Dari sore kami terus bersmsan. Banyak yG dbicarain. Mulai kuliah nyampe cerita Rizky yG nemenin Desti sampe jam sebelas malam, gara2 temen kostannya pulang ke rumah. Mana kemarin tuh Malida pingsan, jadi aja Desti yG penakut tuh tambah takut!
Sekitar jam setenagh sembilan malam. Kami masih berbalas SMS, Saat mendadak dia mengirimiku SMS Yg tak aQ ngerti.
BETEEEEEEEEE
Aku menanyakan maksudnya. Darisana nyenengin pun ngejelesin kalau beberapa menit yG lalu dia baru aja berantem dG cowonya lewat telepon.
Aku menelponnya. Terdengar suaranya yang pelan. Lirih seperti orang yang baru menangis. Memang benar dia baru saja menangis. Saat itu aku bilang kalau cewek kaya dia nggak perlu nangisi cowoknya. Aku bilang kalau cewek baik kayak dia harus dapet cowok baik juga. Gokilnya, nyenengin nanya emang cowok baik itu kayak siapa?
Aku hampir saja keceplosan bilang kalau cowok baik yang pantas buat dia tuh kaya aku (mank A-Dod cowok baik gituh?). Untung aja aku masih bisa menahan perasaanku untuk nggak mengungkapkan semuanya malam itu. Aku hanya memberikannya beberapa kata-kata yang bisa menghibur dia. Dan dia pun terlihat bisa bertahan. Dia mengucapkan terima kasih buat supportnya.***
Sabtu, 27 Februari 2010
Cerpen 201109
Suatu senja di stasiun kereta api Bandung.
Aku duduk terdiam di salah satu kursi. Pikiranku saat itu tengah kacau. Bagaimana tidak? Indy, sahabatku sekaligus orang yang paling aku sayangi mengirimiku sebuah SMS, yang mengabariku bahwa dia baru saja terjatuh dalam perjalanan pulang dari kampus. Perasaanku bertambah khawatir saat dia juga mengatakan kalau ada luka di kepalanya, dan hal tersebut membuatnya agak pusing. Padahal senja ini aQ Baru saja mengikuti test wawancara untuk masuk menjadi pegawai PT. KAI (Persero).
Beberapa saat berlalu. Aku masih mengkhawatirkan keadaan orang yang memanggilku dengan nama ‘Stres’ itu. Tapi untunglah, kami saat itu terus berbalas SMS. Sehingga aku menjadi sedikit lega. Menjelang malam stasiun terbesar di kota Bandung tersebut mengadakan pertunjukkan music, dengan para pegawainya yang tampil. Mereka menyanyikan berbagai lagu dari para musisi. Hingga saat mereka menyanyikan lagu Ada Band, yang berjudul Hitam dan Putih, aku kembali teringat dengan Indy.
Lagu itu merupakan lagu favoritnya Indy. Dia sering sekali menyanyikan lagu yang ada di album ‘Heaven of Love’ tersebut. Dan entah mengapa saat itu, aku mendapat ide untuk menjailinya. Jujur, aku tak tahu apa yang aku pikirkan saat itu. Aku seolah tak peduli dengan keadaan Indy yang baru mendapat musibah.
Aku pun membohongi Indy dengan mengatakan Ada Band tengah tampil dan mereka lagi menyanyikan lagu Hitam dan Putih. Indy percaya. Bahkan dari SMS balasan yang dikirimnya terlihat sekali kalau Indy ingin datang dan menontonnya.
Pengen nonton ikh…,
Itu kan lagu kesukaannya Indy..,
Diliput ga?
Lama-lama aku kasihan juga dengan Indy. Apalagi pas dia ngeluh kalau kepalanya jadi semakin pusing gara-gara dia nggak liat Ada Band maen. Akhirnya aku pun mengaku kalau aku telah menjailinya. Nggak ada Ada Band di stasiun. Yang ada tuh cuma para pegawai kereta api yang kepalanya botak.
Indy marah! SMS ku tak dibalasnya lagi. Aku pun merasa bersalah. Benar-benar menyesal. Apalagi saat aku mencoba meneleponnya dan teleponku di-rejectnya. Rasanya, aku ingin menghakimi diriku sendiri atas kesalahan bodoh yang aku perbuat.
“Indy maaafin aku…” batinku berteriak kencang.
Lima menit… Sepuluh menit… Aku masih tertunduk. Aku ingin diam di stasiun ini hingga pagi menjelang. Aku tak peduli dengan kereta terakhir yang seharusnya aku naiki, telah pergi beberapa saat yang lalu.
Aku masih mencoba menelepon Indy, namun selalu direject-nya.
"Aarrrgghhh…. Aku menyesal!”.
--beep—beep—
Handphoneku berbunyi. Ada SMS masuk. Dan betapa bahagianya aku saat melihat nama pengirim yang tertera di layar. SMS itu dari Indy.
Sambil terus berdoa agar Indy mau maafin kejailanku tadi, aku pun buru-buru membaca SMS tersebut.
Biarin aja stress bo’ong juga
Da indy juga ngeboong we
Indy nggak jatuh dari motor kok
Tadinya Indy tuh cuma pengen ngejailin stress di Ultahnya stress
Ekh, ga taunya Indy juga dijailin
Ya udah biar Indy tetep menang
Indy jailin lagi stressnya
Biar Indy tetep menang
Skornya 2-1 buat Indy…
Horeee Indy menang
Akh… Jadi semua ini?
Aku hanya bisa tertawa sekaligus menyedari kebodohanku hari ini. Hari ini aku ulang tahun. Dan.., dihari ulang tahunku ini, Indy menjailiku sebanyak dua kali. Tapi persoalannya kini bagaimana caranya aku pulang?? Kereta yang tadi adalah kereta yang terakhir!! Apa aku harus menginap di stasiun?
Ah… Indy kau membuatku kalah 3-1***
Aku duduk terdiam di salah satu kursi. Pikiranku saat itu tengah kacau. Bagaimana tidak? Indy, sahabatku sekaligus orang yang paling aku sayangi mengirimiku sebuah SMS, yang mengabariku bahwa dia baru saja terjatuh dalam perjalanan pulang dari kampus. Perasaanku bertambah khawatir saat dia juga mengatakan kalau ada luka di kepalanya, dan hal tersebut membuatnya agak pusing. Padahal senja ini aQ Baru saja mengikuti test wawancara untuk masuk menjadi pegawai PT. KAI (Persero).
Beberapa saat berlalu. Aku masih mengkhawatirkan keadaan orang yang memanggilku dengan nama ‘Stres’ itu. Tapi untunglah, kami saat itu terus berbalas SMS. Sehingga aku menjadi sedikit lega. Menjelang malam stasiun terbesar di kota Bandung tersebut mengadakan pertunjukkan music, dengan para pegawainya yang tampil. Mereka menyanyikan berbagai lagu dari para musisi. Hingga saat mereka menyanyikan lagu Ada Band, yang berjudul Hitam dan Putih, aku kembali teringat dengan Indy.
Lagu itu merupakan lagu favoritnya Indy. Dia sering sekali menyanyikan lagu yang ada di album ‘Heaven of Love’ tersebut. Dan entah mengapa saat itu, aku mendapat ide untuk menjailinya. Jujur, aku tak tahu apa yang aku pikirkan saat itu. Aku seolah tak peduli dengan keadaan Indy yang baru mendapat musibah.
Aku pun membohongi Indy dengan mengatakan Ada Band tengah tampil dan mereka lagi menyanyikan lagu Hitam dan Putih. Indy percaya. Bahkan dari SMS balasan yang dikirimnya terlihat sekali kalau Indy ingin datang dan menontonnya.
Pengen nonton ikh…,
Itu kan lagu kesukaannya Indy..,
Diliput ga?
Lama-lama aku kasihan juga dengan Indy. Apalagi pas dia ngeluh kalau kepalanya jadi semakin pusing gara-gara dia nggak liat Ada Band maen. Akhirnya aku pun mengaku kalau aku telah menjailinya. Nggak ada Ada Band di stasiun. Yang ada tuh cuma para pegawai kereta api yang kepalanya botak.
Indy marah! SMS ku tak dibalasnya lagi. Aku pun merasa bersalah. Benar-benar menyesal. Apalagi saat aku mencoba meneleponnya dan teleponku di-rejectnya. Rasanya, aku ingin menghakimi diriku sendiri atas kesalahan bodoh yang aku perbuat.
“Indy maaafin aku…” batinku berteriak kencang.
Lima menit… Sepuluh menit… Aku masih tertunduk. Aku ingin diam di stasiun ini hingga pagi menjelang. Aku tak peduli dengan kereta terakhir yang seharusnya aku naiki, telah pergi beberapa saat yang lalu.
Aku masih mencoba menelepon Indy, namun selalu direject-nya.
"Aarrrgghhh…. Aku menyesal!”.
--beep—beep—
Handphoneku berbunyi. Ada SMS masuk. Dan betapa bahagianya aku saat melihat nama pengirim yang tertera di layar. SMS itu dari Indy.
Sambil terus berdoa agar Indy mau maafin kejailanku tadi, aku pun buru-buru membaca SMS tersebut.
Biarin aja stress bo’ong juga
Da indy juga ngeboong we
Indy nggak jatuh dari motor kok
Tadinya Indy tuh cuma pengen ngejailin stress di Ultahnya stress
Ekh, ga taunya Indy juga dijailin
Ya udah biar Indy tetep menang
Indy jailin lagi stressnya
Biar Indy tetep menang
Skornya 2-1 buat Indy…
Horeee Indy menang
Akh… Jadi semua ini?
Aku hanya bisa tertawa sekaligus menyedari kebodohanku hari ini. Hari ini aku ulang tahun. Dan.., dihari ulang tahunku ini, Indy menjailiku sebanyak dua kali. Tapi persoalannya kini bagaimana caranya aku pulang?? Kereta yang tadi adalah kereta yang terakhir!! Apa aku harus menginap di stasiun?
Ah… Indy kau membuatku kalah 3-1***
Memetik Hikmah Dari Bencana
Lagi dan lagi! Mungkin ungkapan itulah yang paling tepat untuk menggambarkan gempa yang kembali terjadi di Padang Pariaman, Sumatra Barat, Rabu 30 September yang lalu. Belum selesai kesedihan dan penanganan korban gempa di Jawa Barat, kini gempa dashyat berkekuatan 7,6 pada skalaRichter (atau 7,9 pada skala Richter menurut US Geological Survey (USGS)), kembali terjadi. Getaran dari gempa itu sendiri bias dirasakan sampai negeri tetangga Malaysia dan Singapura.
Gempa yang lebih besar dibandingkan gempa Jawa Barat itu seakan mengingatkan kita akan kekuasaan-Nya yang begitu besar. Di mata-Nya kita ini hanyalah mahluk-Nya yang lemah, kecil, dan tidak berdaya.oleh karena itu sangat tidak layaklah kita untuk menyombongkan diri di hadapa-Nya.
Sobat, gempa yang berkedalaman 85 km, dan merenggut puluhan nyawa dan merusakkan ratusan bahkan ribuan rumah ini juga secara tidak langsung merupakan sebuah teguran dari Tuhan. Dia ingin mengingatkan kita untuk kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, mari kita mengambil sedikit hikmah dan pelajaran yang tersisa dari gempa yang terjadi di Padang . Kita harus lebih banyak beribadah dan memohon ampun atas semua kesalahan yang penah kita lakukan. Lebih peduli dan lebih mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya untuk kita. Sambil tak lupa berdoa, agar di masa yang akan datang kejadian seperti ini tak datang kembali. Agar negeri kita tercinta ini tak diguncang gempa dan bencana, lagi!***
Gempa yang lebih besar dibandingkan gempa Jawa Barat itu seakan mengingatkan kita akan kekuasaan-Nya yang begitu besar. Di mata-Nya kita ini hanyalah mahluk-Nya yang lemah, kecil, dan tidak berdaya.oleh karena itu sangat tidak layaklah kita untuk menyombongkan diri di hadapa-Nya.
Sobat, gempa yang berkedalaman 85 km, dan merenggut puluhan nyawa dan merusakkan ratusan bahkan ribuan rumah ini juga secara tidak langsung merupakan sebuah teguran dari Tuhan. Dia ingin mengingatkan kita untuk kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, mari kita mengambil sedikit hikmah dan pelajaran yang tersisa dari gempa yang terjadi di Padang . Kita harus lebih banyak beribadah dan memohon ampun atas semua kesalahan yang penah kita lakukan. Lebih peduli dan lebih mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya untuk kita. Sambil tak lupa berdoa, agar di masa yang akan datang kejadian seperti ini tak datang kembali. Agar negeri kita tercinta ini tak diguncang gempa dan bencana, lagi!***
Marhaban ya Ramadhan
Waktu bergulir begitu cepat. Setelah sebelas bulan menanti, akhirnya kita berjumpa lagi dengan bulan yang suci. Bulan yang penuh maaf serta penuh ampunan. Bulan dengan limpahan pahala, berkah, rahmat, dan karunia yang tiada tara. Bulan di mana setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, dan pintu-pintu surga dibukakan dengan selebar-lebarnya.
Ya…, setelah melalui perjalanan yang panjang, Ramadan akhirnya kembali datang. Kembali menyapa kita. Kembali menghampiri setiap hati yang kotor untuk dibersihkannya di hari yang suci kelak.
Marhaban ya Ramadan hanya itu kata yang bisa terucap. Mari kita isi Ramadan tahun ini dengan penuh ketakwaan. Penuh dengan amal kebajikan. Penuh dengan perbuatan-perbuatan yang baik, sehingga kita mendapat makna yang sesungguhnya akan Ramadhan itu sendiri. Karena Ramadan bukan hanya berpuasa. Karena Ramadan bukanlah menahan lapar dan dahaga saja. Karena Ramadan seyogianya adalah tempat di mana kita menempa diri dengan latihan-latihan agar kita bisa hidup lebih baik lagi di bulan-bulan berikutnya.***
Ya…, setelah melalui perjalanan yang panjang, Ramadan akhirnya kembali datang. Kembali menyapa kita. Kembali menghampiri setiap hati yang kotor untuk dibersihkannya di hari yang suci kelak.
Marhaban ya Ramadan hanya itu kata yang bisa terucap. Mari kita isi Ramadan tahun ini dengan penuh ketakwaan. Penuh dengan amal kebajikan. Penuh dengan perbuatan-perbuatan yang baik, sehingga kita mendapat makna yang sesungguhnya akan Ramadhan itu sendiri. Karena Ramadan bukan hanya berpuasa. Karena Ramadan bukanlah menahan lapar dan dahaga saja. Karena Ramadan seyogianya adalah tempat di mana kita menempa diri dengan latihan-latihan agar kita bisa hidup lebih baik lagi di bulan-bulan berikutnya.***
Nraktir? Nggak Mungkin!
WHAT’S up ? Ari Toge mau nraktir anak-anak Djadam? Gak mungkin banget kali! Wong, di luar langit masih baik-baik aja. Gak ada ujan gak ada petir. Atau, tadi anak-anak Djadam salah ngartiin ucapan drumernya itu.
Nggak, anak-anak Djadam nggak salah denger. Ari bener-bener mau nraktir mereka semua. Emang sih, di Djadam, Ari terkenal paling pelit buat ngeluarin uang. Anak-anak sendiri, malah bakal numpeng kalo Ari mau nraktir mereka.
Emang sih, di Djadam sendiri, ada aturan yang nyebutin kalo salah seorang dari mereka ada yang lagi banyak duit, orang itu wajab nraktir yang lainnya. Kalo nggak ? "Jangan ngarep deh lo bakal aman di kelas" ujar Otang sesepuh Djadam.
Tet... Tet... Tet
Bunyi bel kemenangan anak-anak Djadam berbunyi. Mereka akhirnya terbebas dari kutukan rumus-rumus fisika. Selain itu, saat itu pula Ari toge bakal ngewujudin janjinya.
Anak-anak Djadam telah berada di kantin. Mereka sebenarnya agak takut juga, kalo-kalo akhirnya mereka sendiri yang disuruh bayar. Mana tanggal tua , dompet udah tipis.
"Cepetan keburu masuk lagi, Ntar si Buldog ngamuk" perintah Ari agar anak-anak Djadam segera memilih makanan.
"Beneran, gue boleh ngambil apa aja?" Opick masih kurang yakin.
"Sok, up to you... Gue yang bayar ini," Ari kembali ngeyakinin mereka.
Anak-anak Djadam akhirnya memesan makanan dan minuman. Banyak sekali yang mereka pesan. Imam yang terkenal paling rakus pun, memesan 2 porsi nasi goreng dan 1 piring baso tahu.
Giliran bayar, Ari ternyata emang nggak kabur. Dia ngeluarin 2 lembar uang 50.000 rupiah dari dompetnya. Anak-anak Djadam sendiri heran, kok akhir bulan begini, Ari masih banyak duit. "No what-what... cuma segini ini" kata Ari dengan englishnya yang amburadul.
**
SEPULANG sekolah, anak-anak Djadam udah ngumpul di tempat majalah langganan mereka ngutang. Mereka terlihat tegang, tetapi sesaat kemudian mereka bersorak. Demo lagu mereka yang mereka kirimin ke radio masuk chart dan mereka bakal ngedapet komisi.
"Ge, sore ini kita mesti ke radio..." ujar Ara.
"Mau ngapain ?" tanya Ari.
"Ngambil Honor lah..." jawab Imam enteng.
"Gak perlu wong honornya udah ada di kalian..."
Anak-anak Djadam terdiam ngedenger kata kalian. "Maksud Lo...?"
"Udah ada di perut kalian, malahan mungkin bentar lagi bakal jadi penghuni wc umum..."
Jangan-jangan...
Bener banget, ternyata duit yang dipake Ari nraktir adalah uang honor atas lagu mereka. Saat itu, rasanya semua anak Djadam pengen teriak dan mencekik Ari Toge.***
Nggak, anak-anak Djadam nggak salah denger. Ari bener-bener mau nraktir mereka semua. Emang sih, di Djadam, Ari terkenal paling pelit buat ngeluarin uang. Anak-anak sendiri, malah bakal numpeng kalo Ari mau nraktir mereka.
Emang sih, di Djadam sendiri, ada aturan yang nyebutin kalo salah seorang dari mereka ada yang lagi banyak duit, orang itu wajab nraktir yang lainnya. Kalo nggak ? "Jangan ngarep deh lo bakal aman di kelas" ujar Otang sesepuh Djadam.
Tet... Tet... Tet
Bunyi bel kemenangan anak-anak Djadam berbunyi. Mereka akhirnya terbebas dari kutukan rumus-rumus fisika. Selain itu, saat itu pula Ari toge bakal ngewujudin janjinya.
Anak-anak Djadam telah berada di kantin. Mereka sebenarnya agak takut juga, kalo-kalo akhirnya mereka sendiri yang disuruh bayar. Mana tanggal tua , dompet udah tipis.
"Cepetan keburu masuk lagi, Ntar si Buldog ngamuk" perintah Ari agar anak-anak Djadam segera memilih makanan.
"Beneran, gue boleh ngambil apa aja?" Opick masih kurang yakin.
"Sok, up to you... Gue yang bayar ini," Ari kembali ngeyakinin mereka.
Anak-anak Djadam akhirnya memesan makanan dan minuman. Banyak sekali yang mereka pesan. Imam yang terkenal paling rakus pun, memesan 2 porsi nasi goreng dan 1 piring baso tahu.
Giliran bayar, Ari ternyata emang nggak kabur. Dia ngeluarin 2 lembar uang 50.000 rupiah dari dompetnya. Anak-anak Djadam sendiri heran, kok akhir bulan begini, Ari masih banyak duit. "No what-what... cuma segini ini" kata Ari dengan englishnya yang amburadul.
**
SEPULANG sekolah, anak-anak Djadam udah ngumpul di tempat majalah langganan mereka ngutang. Mereka terlihat tegang, tetapi sesaat kemudian mereka bersorak. Demo lagu mereka yang mereka kirimin ke radio masuk chart dan mereka bakal ngedapet komisi.
"Ge, sore ini kita mesti ke radio..." ujar Ara.
"Mau ngapain ?" tanya Ari.
"Ngambil Honor lah..." jawab Imam enteng.
"Gak perlu wong honornya udah ada di kalian..."
Anak-anak Djadam terdiam ngedenger kata kalian. "Maksud Lo...?"
"Udah ada di perut kalian, malahan mungkin bentar lagi bakal jadi penghuni wc umum..."
Jangan-jangan...
Bener banget, ternyata duit yang dipake Ari nraktir adalah uang honor atas lagu mereka. Saat itu, rasanya semua anak Djadam pengen teriak dan mencekik Ari Toge.***
Dengan Sedikit, Kita Bisa!
SEBUAH iklan produk susu di TV mengatakan bahwa dengan sedikit mengubah kebiasaan kecil, hal sesulit apa pun bisa kita peroleh. Nah, di sini aku ingin coba sedikit nunjukin kepada Belia semua hal-hal apa aja yang harus diubah biar kita dapat memperoleh hal-hal yang kita inginkan.
1. Dengan menghilangkan waktu main kita untuk belajar, berarti kita telah membuka jalan agar nilai-nilai kita tak lagi doremi.
2. Dengan menggunakan sedikit kemampuan otak kita, berarti kita telah bersama-sama mengejar ketertinggalan bangsa ini dari Jepang ataupun Amerika.
3. Dengan menyisihkan Rp 500,00 sampai Rp 1.000,00 setiap hari, berarti kita telah siap untuk keliling dunia.
4. Dengan memunguti satu sampah kecil di jalan dan menanam sebuah tanaman hijau kecil berarti kita telah menyelamatkan bumi ini dari ancaman global warming
5. Dengan mengurangi sedikit waktu menonton sinetron, berarti kita telah menghilangkan sebagian pengaruh buruk yang ada dari sinetron itu.
6. Dengan meluangkan waktu setengah jam sehari untuk membaca buku, bearti kita telah menambah ilmu yang kita miliki.
7. Dengan menghafal satu kata asing setiap hari berarti kita telah siap untuk menguasai dunia.
8. Dengan olah raga lima sampai sepuluh menit setiap hari berarti kita membuat umur kita di dunia semakin panjang.
9. Dengan mendermakan Rp 100,00 saja berarti kita telah membeli tiket ke surga.
10. Dengan berani mencoba berarti kita telah membuka jalan menuju berhasil.
Nah, setelah selesai membaca, dilanjutkan dengan memulai untuk melakukan hal-hal kecil tadi niscaya belia semua udah selangkah lebih maju dari sebelumnya!***
1. Dengan menghilangkan waktu main kita untuk belajar, berarti kita telah membuka jalan agar nilai-nilai kita tak lagi doremi.
2. Dengan menggunakan sedikit kemampuan otak kita, berarti kita telah bersama-sama mengejar ketertinggalan bangsa ini dari Jepang ataupun Amerika.
3. Dengan menyisihkan Rp 500,00 sampai Rp 1.000,00 setiap hari, berarti kita telah siap untuk keliling dunia.
4. Dengan memunguti satu sampah kecil di jalan dan menanam sebuah tanaman hijau kecil berarti kita telah menyelamatkan bumi ini dari ancaman global warming
5. Dengan mengurangi sedikit waktu menonton sinetron, berarti kita telah menghilangkan sebagian pengaruh buruk yang ada dari sinetron itu.
6. Dengan meluangkan waktu setengah jam sehari untuk membaca buku, bearti kita telah menambah ilmu yang kita miliki.
7. Dengan menghafal satu kata asing setiap hari berarti kita telah siap untuk menguasai dunia.
8. Dengan olah raga lima sampai sepuluh menit setiap hari berarti kita membuat umur kita di dunia semakin panjang.
9. Dengan mendermakan Rp 100,00 saja berarti kita telah membeli tiket ke surga.
10. Dengan berani mencoba berarti kita telah membuka jalan menuju berhasil.
Nah, setelah selesai membaca, dilanjutkan dengan memulai untuk melakukan hal-hal kecil tadi niscaya belia semua udah selangkah lebih maju dari sebelumnya!***
Ngomong Naon?

13 November 2009
Setiap sahabat pastilah punya kebiasaan saat mereka berbincang. Entah itu panggilan ataupun kata-kata unik yang hanya dimengerti oleh keduanya saja. Bgtupun aQ. aQ juga punya kata-kata yG hanya aQ dan dia yG ngerti.
[Dulu] aQ sering memanggil dy Nyenengin dan Patrick. Dy sndiri manggil aQ STRES
Dan selain nick name itu kami juga sering berbincang hal-hal yG kdang ga buat orang ngerti. Contohnya, sore itu, saat aQ, Dy, dan dua temen kami tengah berbincang mengenai masalah Aksi untuk hari Diabetes. Tiba2 Dy melontarkan sebuah bahan obrolan yG membuat dua orang temen kami bingung. Dg Ngga ngeh mereka nanya, "Ngomong Naon?".
Dan dG nyantei Dy ngjawab kLau cuma kami b2 yG ngerti hal itu...***
Langganan:
Postingan (Atom)